Kepala Bidang Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Rita Rosita membenarkan adanya perpanjangan status darurat bencana akibat virus corona hingga 29 Mei 2020. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan BNPB Nomor 13A yang ditandatangani oleh Doni Monardo selaku Kepala BNPB. Perpanjangan status keadaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu berlaku selama 91 hari, terhitung sejak 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.

Menyikapi perpanjangan status Pandemi Covid-19, Pengurus Asrama Sunan Gunung Jati Yayasan Asrama Pelajar Islam (ASGJ YAPI) 2020, mengeluarkan SOP baru. SOP dengan judul SURAT PEMBERITAHUAN dengan No: 40/B/SEK/03/2020 ini memuat dua poin penting. Yaitu poin yang berlaku untuk warga penghuni asrama dan warga tamu.

Poin pertama dari SOP ini yakni mengatur ketentuan untuk warga asrama. Diantaranya :

1.      Kepada seluruh warga yang keluar area asrama untuk jarak yang jauh diwajibkan untuk memberitahukan kepada pengurus atau teman satu kamar, tentang kemana tujuannya.

2.      Bagi warga asrama yang ingin keluar dari lingkungan asrama wajib menggunkan APD (Alat Pelindung Diri ) minimal menggunakan masker.

3.      Warga Asrama Wajib Mengunakan Hand Sanitizer setelah berpergian keluar asrama yang berada di Pintu Gerbang Asrama.

4.      Mencuci Tangan setelah keluar asrama selama 20 detik dan menggunakan Handysoap yg tersedia.
5.      Warga Asrama yang berpergian menggunakan transportasi umum selain kendaraan Roda 2 dan Melakukan Perjalanan Jauh, Apabila memasuki ASGJ wajib mensterilkan diri (Mandi, Mencuci Pakaian, mengamankan APD tidak boleh disembaran tempat).

Sedangkan poin kedua dari SOP ini memuat ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk tamu asrama. Diantaranya :

1.      Apabila ada tamu dari pihak warga asrama yang akan masuk kekawasan ASGJ diharap memberitahukan terlebih dahulu kepada pengurus.

2.      Tempat bertemu tamu didepan teras ASGJ kecuali apabila pengurus mengijinkan untuk menggunakan tempat tertentu.

3.      Tidak boleh ada yang menginap/bermalam kecuali Pihak Internal Asrama.

Menyambut SOP baru ini, Kumarudin (27), sebagai warga asrama begitu antusias. Lelaki kelahiran Grobogan ini juga mengapresiasi SOP yang dikeluarkan oleh Pengurus ASGJ. “Ya meskipun telat, tapi setidaknya ini menunjukkan bahwa Pengurus ASGJ belum mati suri untuk berpartisipasi dalam penangkalan Virus Covid-19 ini”, pungkas Kumarudin.
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.