doc.asgj
ASGJ - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menggelar Pleno III pada 19 – 22 Agustus 2017 di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dan HMI Cabang Mataram bertindak sebagai tuan rumah pelaksana.

Pleno III dirangkaikan dengan beberapa agenda, diantaranya Bakti Sosial dan Donor Darah, Rapat Pimpinan Cabang (Rapincab), Dialog Kebangsaan, Silaturahmi Nasional, Saresehan dan Temu Tokoh, Temu Pengader Se-Indonesia, Dialog PDK dan Temu Kohati Se-Indonesia.

Mengingat betapa pentingnya agenda ini, sehingga dari pihak tuan rumah telah mempersiapkan berbagai hal untuk kesuksesan agenda nasional ini. Ketua Umum HMI MPO Cabang Mataram, Sadam Syafruddin, mengatakan penunjukan HMI Cabang Mataram sebagai tuan rumah pelaksana merupakan kebanggaan tersendiri.

“Pleno III PB HMI yang diadakan di Mataram merupakan kebanggaan bagi seluruh kader Cabang Mataram, penunjukan Cabang Mataram sebagai tuan rumah merupakan indikator bahwa SDM HMI di Mataram telah memenuhi standar, kami berharap agenda yang lebih besar bisa dipercayakan kepada kami kedepannya,” jelasnya kepada tim redaksi hminews.com, Senin (14/8).

Selain itu, pria yang biasa disapa Adam ini juga berharap rencana pembentukan Badko di wilayah Bali dan Nusa Tenggara bisa terealisasi, menurutnya hal ini penting demi lebih mengefektifkan konsolidasi HMI di Bali dan Nusa Tenggara. “Rasanya penting untuk merealisasikan pembentukan Badko di wilayah Bali dan Nusa Tenggara agar ekspansi HMI bisa lebih masif,” tambahnya.

Sementara itu, Sekjend PB HMI, Endri Soemantri, saat diwawancarai tim redaksi hminews.com menuturkan pleno tidak boleh hanya menjadi rutinitas tapi juga harus menyentuh aspek substansi. “Pleno harus mennyentuh aspek substansi yakni perbaikan internal dan eksternal, perbaikan internal diantaranya meliputi penataan perkaderan dan stabilitas organisasi, sedangkan perbaikan eksternal meliputi keterlibatan HMI secara aktif dalam memberikan solusi terhadap permasalahan keislaman dan kebangsaan,” ungkapnya, Senin (14/8).

Para delegasi cabang yang hadir di Pleno, lanjut Endri, harus membawa gagasan, khususnya terkait dengan Islam dan kebangsaan. “Delegasi cabang yang akan hadir di Pleno harus membawa gagasan agar forum ini bisa melahirkan resolusi untuk Islam dan bangsa,” pungkasnya.

Sumber : hminews.com

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.