ist.
ASGJ - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) akhirnya melaporkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Thony Saut Situmorang, ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri, Senin, 9 Mei 2016. Laporan itu tertuang dalam tanda bukti lapor TBL/337/V/2016/Bareskrim, dan nomor LP/479/V/2016.

Kronologisnya: Pk. 09.20 PB HMI sampai di Mabes POLRI, Jl. Trunojoyo. Pk. 09.30 diterima di bagian Reserse Kriminal, Mabes POLRI. Sekitar 2 Jam kemudian pemeriksaan selesai. 11.45 Muh. Fauzi menyampaikan keterangan pers pada wartawan.

Saut Sitomorang dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dimaksud dalam pasal 310 KUHP jo pasal 311 tentang informasi dan elektronik. Ketua Umum PB HMI Muhammad Fauzi mengatakan, bahwa pernyataan Saut itu telah mencederai keluarga besar HMI di seluruh Indonesia.

“Saya kira ini bukan pernyataan biasa, tapi pernyataan over generalisasi yang harus ditindak oleh keluarga besar HMI,” kata Fauzi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Fauzi memastikan bahwa organisasinya akan terus mengusut pernyataan Saut tersebut.

“Saya kira, kami di HMI secara tegas akan mengusut dan melakukan proses hukum. Tidak ada proses damai dalam urusan ini,” katanya.

Selain itu, kata Fauzi, PB HMI akan melaporkan permasalahan ini kepada Dewan Etik KPK agar dapat ditindaklanjuti.

“Saya kira dewan etik bisa memproses secara etik terhadap pimpinan KPK,” ujarnya.

Saut Sudah Diperingatkan Untuk Minta Maaf

Sebelumnya pada Jum’at (5/5/2016) PB HMI sudah memberikan kesempatan pada Saut untuk meminta maaf secara tertulis dalam kapasitasnya sebagai bagian dari lembaga Negara.

“Kami sudah peringatkan Saut sebagai Wakil Ketua KPK, cuma dia anggap remeh saja, tak kunjung meminta maaf, berkesan menganggap remeh.” kata Endri, Sekjen PB HMI.

Setelah Dilaporkan ke Polisi, Begini Keinginan Saut

Saut Situmorang sendiri sudah meminta maaf kepada HMI. Ia pun berharap persoalan itu tak dila

“Saya inginnya tidak ditindaklanjuti,” kata Saut di Gedung KPK, Jakarta, Senin siang (9/6/2016).

Saut menyebut bahwa telah terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan pernyataannya tersebut. Menurut Saut, pada pernyataannya tersebut, dia menyoroti mengenai pembenahan sistem di HMI.

“Saya imbau sistem dibentuk agar orang-orang baik ini tidak salah dalam mengambil kebijakan, karena gak gampang jadi LK-1,” kata Saut.

Sebagai tindak lanjut dari klarifikasinya tersebut, Saut menyebut pihaknya akan melakukan pertemuan dengan HMI dalam waktu dekat.

“Untuk menjalin silaturahmi agar menjaga hubungan yang lebih baik,” ujar dia.

Sebelumnya, pada talk show di TV One, Benang Merah bertajuk Harga Sebuah Perkara Jumat, 6 Mei 2016, lalu, Saut Situmorang menuding banyaknya kader HMI yang terbukti korupsi saat mereka menjadi pejabat. Namun, Saut melakukan generalisir tanpa menyebut nama-nama alumni organisasi tersebut yang terbukti melakukan korupsi.

“Karakter dan integritas bangsa sangat rapuh, orang yang baik di negara ini jadi jahat ketika dia sudah menjabat,” ujar Saut.

“Lihat saja tokoh-tokoh politik, itu orang-orang pintar semuanya, cerdas. Saya selalu bilang, kalau dia HMI minimal dia ikut LK 1, saat mahasiswa itu pintar, tapi begitu menjabat dia jadi curang, jahat, greedy,” ujarnya menambahkan.

Kalimat ini kemudian mendapat kecaman dari HMI dan beberapa alumni mereka. Beberapa alumni HMI, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, dan mantan Anggota Komisi III DPR, Gede Pasek Suardika, dalam cuitannya di Twitter mengkritik pernyataan Saut.


Sumber: Telegram.co.id

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.