ASGJ : Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid meminta masyarakat mewaspadai adanya orang yang datang ke desa menawarkan jasa bekerja menjadi TKI ke luar negeri.

Nusron mengatakan, masyarakat harus mencari tahu kebenarannya terlebih dulu apakah orang yang menawarkan itu jelas identitas dan asal usulnya, kemudian perusahaannya jelas apa tidak izinnya.

Jika ternyata tidak jelas, maka langsung laporkan ke polisi agar ditangkap. Hukuman pelaku kejahatan seperti ini adalah 15 tahun penjara, kata Nusron dalam keterangan tertulis, Senin (9/3).

Menurutnya, calon TKI juga harus selalu ingat bahwa calon TKI itu minimal berusia minimal 18 tahun. Jika ada orang yang menawarkan putri-putri desa menjadi TKI padahal usianya masih di bawah 18 tahun, maka ini sudah termasuk human trafficing atau perdagangan manusia. “Yang seperti ini juga harus dilaporkan ke polisi biar ditangkap orangnya,” ujarnya.

Ketika ditanya apa solusi untuk mencegahnya, Nusron menjawab bahwa pemerintah harus berupaya memberi pekerjaan dan penghidupan yang layak pada masyarakat sebagaimana amanat pasal 27 UUD 1945.

Namun masyarakat pun jangan hanya mengandalkan pemerintah saja, akan tetapi harus mau berjuang bukan hanya mencari pekerjaan, tapi membuat lapangan pekerjaan, jelasnya.

Pemerintah, lanjutnya, tidak melarang warganya untuk menjadi TKI. Tetapi agar aman dan di sana kerjanya juga nyaman, maka harus dipenuhi beberapa syarat.

Syarat pertama, yakni umur. “Syarat umur harus terpenuhi, tidak boleh ada pemalsuan. Jika ada yang dipalsukan atau ketahuan oleh warga bahwa ada membawa anak di bawah umur untuk dipekerjakan ke luar negeri, maka yang membawanya itu dapat ditindak oleh UU TPPO yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” kata Nusron.

Syarat kedua, harus jelas PPTKIS yang mengirimkannya. “Calon TKI harus menanyakan kepada dinas tenaga kerja ataupun kepada BP3TKI setempat tentang keberadaan PT tersebut apakah asli atau palsu, dan terdaftar atau tidak,” paparnya.

Syarat ketiga, tambahnya, harus lihat dan pastikan ada kontrak kerjanya. “Jika tidak ada, maka jangan berangkat,” tegasnya.

Syarat keempat, kata dia, harus jelas dan tanyakan majikannya siapa, nanti jika bekerja apa pekerjaannya, bekerja dimana dan alamat tempat kerjanya. “Calon TKI juga harus menanyakan nomor telepon majikannya,” pungkasnya

Sumber : (http://infopublik.id/read/107083/waspadai-tawaran-bekerja-di-luar-negeri.html)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.