YAOUNDE, KAMERUN - MINGGU – Kamerun mengakui, sebanyak 25 anggota kelompok milisi Boko Haram tewas di sel tahanan Negara, 28 Desember lalu. Namun, juru bicara pemerintah membantah bahwa militer telah melakukan kekerasan yang melanggar hak asasi manusia ketika menghadapi ekstremis.
                Berawal dari konferensi pers, Mentri Komunikasi Issa Tchiroma Bakary, Jumat petang , mengatakan, 25 tahanan Boko Haram ditemukan tewas di tahanan sehari setelah di tangkap Desember lalu. Mereka yang tewas itu adalah bagian dari 56 tersangka yang ditangkap ketika itu. Penyebab kematian para milisi sedang diselidiki.
                Namun, Bakary mengatakan, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan ke-25 milisi itu mati dibunuh. “Saya sudah bisa menyatakan di sini, pada tahap penyidikan tidak ada bukti yang telah ditemukan untuk menguatkan bahwa orang-orang tersebut sengaja dibunuh,” katanya.
                Bakary menambahkan, seorang petinggi militer telah di pecat dari jabatannya. Sebab kematian sedang dalam penyelidikan. Ia tidak mengidentifikasi siapa perwira tinggi militer yang dipecat pasca insiden itu.
                January lalu, Jaringan Pembela Hak Asasi Manusia di Afrika Tengah berbasis di Yaounde, ibu kota Kamerun, mengutip “Sumber Terpercaya” dalam mengklaim kasus yang terkait dengan puluhan anggota Boko Haram. Disebutkan, 50 terduga anggota Boko Haram mati lemas di sel mereka sebelum akhirnya dimakamkan di kuburan missal.

Disangkal Mliter
                Kelompok pegiat HAM itu menuding militer terlibat di dalam pelanggaran HAM, termasuk penyiksaan, “dengan impunitas”. Meski disangkal pihak militer, kemudia seorang perwira tinggi yang diduga terkait dengan kasus itu dipecat dari jabatannya.
                Boko Haram yang dibentuk Muhammed Yusuf pada 2002 memulai pemberontakan yang mematikan pada 2009. Pertempuran dengan militer saat ini menewaskan Yusuf, dan lebih dari 1.000 orang lainnya. Sejak itu, Boko Haram meningkatkan serangan terhadap masyarakat sipil yang menganut paham Barat dan Muslim Moderat
                Dalam enam tahun terakhir, yakni sejak Juli 2009 hingga Maret ini, lebih dari 13.000 orang tewas  dan 1,5 juta orang mengungsi dari Nigeria, Bahkan sejak pertengahan 2014, Sayap Al Qaeda ini juga melancarkan serangan ke beberapa Negara tetangga Nigeria, seperti Kamerun, Chad, dan Niger.
                Awal Maret ini, Boko Haram bahkan membuat kejutan baru dengan mengumumkan janji setianya kepada Negara Islam di Irak dan Suriah. Pengumuman terjadi pada saat mereka sedang miningkatkan serangan lintas Negara dari Afrika Barat ke beberapa Negara di Afrika Tengah.
                Misalnya bagian Utara Kamerun telah beberapa kali menjadi target serangan Boko Haram sebelum Negara itu menekan kerja sama militer internasional untuk menyerang kelompok itu. Setelah penandatanganan pakta kerja sama untuk aksi militer kawasan, Boko Haram lebih meningkatkan serangannya lagi ke Kamerun.

Bantuan Internasional
                Otoritas Nigeria, kamis lalu, mengumumkan, mereka sedang mendapat bantuan dari pasukan operasi mliter internasional. Bahkan, Afrika Selatan dan Negara asing lainnya juga mengatakan kesanggupan mereka terlibat dalam serangan melawan Boko Haram.
                Sementara itu, NIIS, pada kamis lalu jugatelah menerima janji setia dari Boko Haram. Namun, hingga sejauh ini masih belun jelas bagaimana kedua kelompok ekstremis ini bisa bekerja sama secara efektif mengingat jarak geografi yang jauh.
                Tentara Kamerun bersama Tentara Chad, Niger dan Nigeria, telah melakukan serangan terpadu ke basis-basis Boko Haram dalam 1,5 bulan terakhr. Terkait dengan dengan kian meningkatnya serangan terhadap Boko Haram, seorang pejabat militer Kamerun mengatakan, setidaknya ada 1.000 tersangka Boko Haram ditahan diberbagai penjara di bagian utara Negara itu.
                Menteri Negara di kantor Presiden Niger, Mohammed Bazoum, mengatakan otoritas negaranya berhasil membendung serangan Boko Haram ke Damasak, Nigeria Utara. Situasi sudah bberhasil dikendalikan di sana.




Sumber : Reuters

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.